Rahasia Agar Kredit Tanpa Agunan Disetujui oleh Bank

Rahasia Agar Kredit Tanpa Agunan Disetujui oleh Bank

Ada banyak pilihan cara yang bisa kita peroleh saat membutuhkan pinjaman dana tunai. Salah satunya dengan mengajukan KTA DBS.

Produk pinjaman bank satu ini banyak dipilih masyarakat karena syarat-syarat pengajuan pinjamannya yang relatif mudah.

Tak heran jika bank ini menggunakan nama Dana Bantuan Sahabat sebagai nama produknya. Alasan lainnya karena produk pinjaman ini memiliki plafon yang cukup besar yakni hingga Rp 200 juta. Jumlah ini lumayan karena bisa digunakan untuk banyak kebutuhan mulai dari dana pernikahan, biaya kuliah hingga modal usaha.

Meski syarat-syaratnya tergolong mudah, tidak sedikit orang yang gagal memperoleh pencairan dana saat mengajukan pinjaman ke Bank DBS. Selain karena tidak melengkapi syarat yang dibutuhkan, pihak terkait tidak menggunakan cara yang tepat saat mengajukan pinjamannya ke Bank DBS.
Nah, untuk membantu siapa saja yang sedang membutuhkan pinjaman dana cepat, Cekaja akan menjelaskan mengenai panduan mengajukan pinjaman KTA agar disetujui oleh Bank DBS. Berikut ini ulasannya:

Lengkapi syarat pengajuan KTA DBS


Untuk mendapatkan KTA Bank DBS tergolong mudah. Seperti dikutip dari laman resmi Bank DBS, ada sejumlah persyaratan wajib yang harus dimiliki nasabah jika ingin mendapatkan pinjaman dari DBS yakni:


  • Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun dan usia maksimal 55 tahun.
  • Minimal penghasilan kotor per bulan adalah Rp 3 juta untuk karyawan dan Rp 5 juta untuk wiraswasta dan profesional.
  • Harus memiliki kartu kredit dengan limit Rp 6 juta untuk karyawan dan Rp 7 juta untuk wiraswasta dan profesional. Jika belum memiliki kartu kredit, bisa mengajukan kartu kredit DBS secara online. Cukup dengan beberapa kali klik, kartu kredit sudah bisa kita miliki.
  • Lama bekerja 1 tahun untuk karyawan tetap dan 2 tahun untuk wiraswasta dan profesional.
  • Menyediakan foto kopi kartu kredit, KTP dan NPWP/SPT PPh 21
  • Buat credit analyst officer yakin

Petugas bagian analis kredit di bank sangat berperan bagi nasabah yang ingin mendapatkan pinjaman bank. Bisa dikatakan nasib aplikasi pinjaman nasabah tersebut berada di tangan sang analis kredit.
Jika profil seorang nasabah tidak memuaskannya, pinjaman yang diajukan bisa ditolak. Bahkan meski nasabah yang bersangkutan lolos dari BI checking.


Namun jangan khawatir, untuk meyakinkan analis kredit bank sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan. Sebab, petugas tersebut memiliki panduan baku dalam memilah mana nasabah yang layak diberi kredit dan tidak.

Bank menggunkan prinsip Know Your Customer (KYC) dalam menilainya.Nah, agar kita lolos prinsip KYC,  3 hal di bawah ini wajib kita miliki:

1. Tunjukkan jika kita bisa dipercaya

Untuk melihat kepribadian nasabah, biasanya petugas analis kredit akan mewawancarai nasabah yang bersangkutan.

Biasanya, tema wawancara seputar riwayat kredit kita, apakah kita pernah mengajukan pinjaman bank?, apakah memiliki kartu kredit pernah menunggak pembayaran kredit? dan seterusnya.

2. Jangka Waktu 

Petugas tersebut tak akan sepenuhnya percaya pada kita. Untuk memastikan kebenaran ucapan kita, dia akan mengecek nama kita pada daftar BI checking. Jika apa yang kita sampaikan tidak berlawanan, kita sudah memenangkan sebagian hati petugas analis kredit.

3. Tunjukkan kita mampu membayar cicilan

Meski lolos BI checking tapi analis menyimpulkan kita tak akan bisa membayar cicilan ketika pinjaman disetujui, jangan harap dana bisa cair. Untuk itu pastikan jumlah pinjaman yang diajukan masuk akal. Pastikan juga jika kita tak memiliki pinjaman dalam jumlah besar di bank lain yang masih kita bayar hingga sekarang.

Sebab, jika total pinjaman ternyata lebih dari 30% pemasukan kita, bank akan menganggap kita tak akan sanggup melunasi cicilan.

4. Punya aset yang cukup

Bila nasabah yang mengajukan kredit bukan karyawan, biasanya analis kredit akan mengukur kemampuan nasabah dari asetnya. Katakanlah orang yang ingin meminjam KTA instan adalah pengusaha budidaya lele.

Maka, analis akan menilai aset yang dimiliki seperti jumlah lele yang ada, modal pakan dan lain sebagainya. Bila aset tersebut dinilai cukup untuk menalangi pengembalian pinjaman maka petugas akan semakin yakin dengan nasabah yang bersangkutan.